Manajemen SDM

Certified Human Capital Professional CHCP dan Cara Memilihnya

RinduTenang

Penulis

78 Tayangan
6 Menit Membaca

Certified Human Capital Professional (CHCP) adalah gelar sertifikasi profesi bidang sumber daya manusia yang menguji kemampuan seorang praktisi HR dalam menghubungkan pengelolaan manusia dengan sasaran bisnis perusahaan. Materinya berputar pada empat pilar, yaitu pengembangan organisasi, pengembangan manusia, manajemen talenta dan remunerasi, serta hubungan industrial.

Ada satu hal yang jarang dijelaskan secara terbuka dan justru paling penting Anda ketahui sebelum membayar. CHCP bukan nama satu skema resmi milik negara. CHCP adalah nama program yang dipakai oleh beberapa lembaga penyelenggara yang berbeda, dengan kurikulum, biaya, dan status lisensi yang tidak selalu sama.

Apa Itu Certified Human Capital Professional

CHCP diposisikan sebagai sertifikasi bagi praktisi HR yang ingin naik dari peran administratif menjadi peran strategis. Fokusnya bukan pada pekerjaan harian seperti absensi dan penggajian, melainkan pada kemampuan membaca arah bisnis lalu menerjemahkannya menjadi rencana tenaga kerja.

Sasaran pesertanya cukup lebar. Program CHCP umumnya dibuka dalam dua jalur, yaitu jalur dasar untuk praktisi HR awal serta lulusan baru, dan jalur lanjutan untuk praktisi berpengalaman menengah ke atas dan pemilik usaha. Jalur lanjutan biasanya menambah bahasan perencanaan strategis, manajemen kinerja, perencanaan suksesi, dan sistem informasi SDM.

CHCP Bukan Nama Skema Tunggal

Inilah bagian yang paling sering menimbulkan salah paham. Ketika Anda mengetik CHCP di mesin pencari, hasil yang muncul berasal dari lembaga yang berbeda-beda.

Salah satu penyelenggara yang cukup dikenal adalah program hasil kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Krida Wacana dengan Pungki Purnadi & Associates. Program ini merupakan kredensial institusi, bukan sertifikasi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Konsultan yang sama juga berkolaborasi dengan lembaga pelatihan lain untuk menyelenggarakan program bernama CHCP.

Artinya, dua orang yang sama-sama menyandang gelar CHCP bisa saja menempuh kurikulum, durasi, dan proses penilaian yang berbeda. Ini bukan berarti programnya buruk. Kredensial institusi punya nilai tersendiri, terutama bila diampu praktisi senior dengan rekam jejak nyata. Yang keliru adalah menganggap CHCP otomatis setara sertifikat BNSP, karena keduanya berjalan di jalur yang berbeda.

Empat Pilar Kompetensi yang Diuji

Sebagian besar program CHCP membangun materinya di atas empat pilar berikut.

  1. Pengembangan organisasi. Merancang struktur, alur kerja, dan desain jabatan agar organisasi mampu menopang target bisnis.
  2. Pengembangan manusia. Menyusun analisis kebutuhan pelatihan, jalur karier, dan program peningkatan kapasitas karyawan.
  3. Manajemen talenta dan remunerasi. Memetakan talenta kunci, menyiapkan kader pengganti, serta menyusun struktur upah yang adil dan mampu bersaing.
  4. Hubungan industrial. Mengelola perjanjian kerja, peraturan perusahaan, dan penyelesaian perselisihan sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Perbandingan CHCP dengan Gelar Human Capital Berlisensi BNSP

Jalur berlisensi negara memakai penamaan yang berbeda dan berjenjang mengikuti Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Tabel berikut membantu Anda membedakannya.

Aspek CHCP Gelar Human Capital BNSP
Penamaan gelar CHCP, seragam di semua jenjang Berjenjang, mulai CHCO, CHCS, CHCM, hingga CHCGM
Penerbit sertifikat Lembaga atau perguruan tinggi penyelenggara Lembaga Sertifikasi Profesi berlisensi BNSP
Acuan standar Kurikulum internal penyelenggara SKKNI bidang manajemen SDM
Bentuk penilaian Kelas, tugas, dan ujian program Asesmen bukti kerja oleh asesor kompetensi
Verifikasi publik Menghubungi penyelenggara langsung Basis data sertifikat BNSP
Nilai untuk audit Bukti pengembangan kapasitas Bukti kepatuhan regulasi

Kesimpulan praktisnya, CHCP kuat sebagai pembentuk wawasan strategis, sedangkan skema berlisensi kuat sebagai bukti kompetensi. Bila Anda ingin memahami perbandingan ini lebih dalam, baca ulasan kami tentang perbedaan sertifikasi HR BNSP dan non BNSP.

Selain BNSP, ada jalur ketiga yang sering terlewat, yaitu skema yang dijalankan lembaga sertifikasi terakreditasi KAN (Komite Akreditasi Nasional) terhadap SNI ISO/IEC 17024. Karena KAN adalah penanda tangan IAF MLA, sertifikatnya membawa pengakuan lintas negara, bukan hanya di dalam negeri. Inilah skema yang tersedia untuk jenjang Human Capital di rindutenangindonesia.id.

Dasar Hukum yang Membuat Sertifikasi SDM Makin Penting

Kebutuhan sertifikasi di bidang SDM bukan sekadar tren perusahaan. Menteri Ketenagakerjaan menerbitkan Keputusan Nomor 115 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Wajib Sertifikasi Kompetensi Kerja bagi Tenaga Kerja Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia pada 18 Agustus 2022.

Keputusan tersebut menyasar perusahaan skala besar dan menengah, serta mencakup enam bidang pengelolaan SDM, yaitu pelatihan dan pengembangan, manajemen kinerja, peningkatan produktivitas, hubungan industrial, sistem remunerasi, dan manajemen talenta. Standar yang dipakai mengacu pada SKKNI yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 149 Tahun 2020.

Perlu dicatat secara jujur, regulasi ini menuntut sertifikasi kompetensi kerja, dan yang memenuhi kriteria tersebut adalah sertifikat dari LSP berlisensi BNSP. Program CHCP berperan sangat baik sebagai pembekalan wawasan, namun sertifikatnya sendiri tidak menggantikan kebutuhan tersebut.

Siapa yang Paling Cocok Mengambil CHCP

Program ini cocok bagi staf HR yang ingin dipercaya menangani proyek strategis, bagi supervisor yang baru naik jabatan dan perlu kerangka berpikir manajerial, serta bagi pemilik usaha yang mengelola SDM tanpa latar belakang formal di bidang tersebut. Lulusan baru dari jurusan apa pun juga umumnya diterima di jalur dasar.

Sebaliknya, bila kebutuhan utama Anda adalah memenuhi audit atau syarat tender, pilih jalur berlisensi, baik skema terafiliasi KAN dan IAF maupun BNSP. Rincian anggarannya sudah kami bahas pada artikel biaya, syarat, dan alur sertifikasi Human Capital BNSP.

Lima Hal yang Wajib Dicek Sebelum Membayar

  1. Status lembaga. Tanyakan terus terang apakah program berlisensi BNSP atau kredensial institusi. Penyelenggara yang jujur akan menjawab lugas.
  2. Nama pengajar dan rekam jejaknya. Nilai utama program non lisensi terletak pada pengalaman nyata pengampunya.
  3. Rincian biaya. Biaya program CHCP di beberapa penyelenggara berada pada kisaran delapan jutaan rupiah. Angka ini berubah antar lembaga dan antar periode, jadi selalu minta rincian tertulis.
  4. Bentuk penilaian. Pastikan ada tugas atau ujian, bukan sekadar sertifikat kehadiran.
  5. Bukti alumni. Minta kontak alumni angkatan sebelumnya dan tanyakan dampaknya pada pekerjaan mereka.

Persiapan Kompetensi Bersama rindutenangindonesia.id

rindutenangindonesia.id menyediakan sertifikasi kompetensi Human Capital terafiliasi KAN dan IAF berbasis SNI ISO/IEC 17024, mulai dari pemetaan jenjang yang sesuai dengan posisi Anda, penyusunan portofolio bukti kerja, hingga simulasi asesmen. Pembahasan jenjangnya dapat Anda pelajari pada panduan sertifikasi kompetensi Human Capital Supervisor dan Manager.

Selain bidang SDM, tersedia pula layanan berikut.

Sertifikasi K3 Umum dan K3 Industri. Pembekalan keselamatan dan kesehatan kerja untuk kebutuhan kepatuhan perusahaan. Perbedaan keduanya kami uraikan pada artikel aturan K3 Industri dan K3 Umum.

Team Building dan Outbound. Program penguatan kerja sama tim yang dirancang mengikuti persoalan nyata di dalam organisasi, bukan sekadar permainan hiburan.

Event Planner Korporasi. Penanganan gathering, rapat kerja, hingga seremoni perusahaan mulai dari konsep sampai pelaksanaan di lapangan.

RTI Chess Academy. Pelatihan catur untuk mengasah kemampuan berpikir strategis, membaca risiko, dan mengambil keputusan di bawah tekanan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah CHCP diakui secara nasional

CHCP dikenal luas di kalangan praktisi HR, namun pengakuannya bersifat reputasi penyelenggara. Untuk pengakuan berbasis regulasi negara, rujukannya adalah sertifikat kompetensi dari LSP berlisensi BNSP.

Berapa lama gelar CHCP berlaku

Kredensial institusi umumnya tidak memiliki masa berlaku formal. Sertifikat kompetensi BNSP berbeda, karena berlaku tiga tahun dan menuntut sertifikasi ulang.

Apakah fresh graduate bisa mengambil CHCP

Bisa, melalui jalur dasar. Beberapa penyelenggara menerima lulusan sarjana dari jurusan apa pun.

Mana yang sebaiknya diambil lebih dahulu

Bila anggaran terbatas dan tujuan Anda adalah kepatuhan atau syarat jabatan, dahulukan skema BNSP. Bila tujuan Anda memperluas wawasan strategis, CHCP dapat menjadi pelengkap yang baik.

Kesimpulan

Certified Human Capital Professional (CHCP) adalah gelar program yang menguji empat pilar kompetensi human capital, diselenggarakan oleh beberapa lembaga dengan kurikulum dan status lisensi yang berbeda. Memahami perbedaan ini melindungi Anda dari salah harap.

Tentukan dahulu tujuan Anda, apakah kepatuhan regulasi atau penguatan wawasan strategis, lalu pilih jalurnya. Untuk pendampingan persiapan kompetensi human capital, K3 Umum dan Industri, Team Building, maupun Event Planner, hubungi tim rindutenangindonesia.id.

Penulis di Rindu Tenang Indonesia

PT Rindu Tenang Indonesia adalah event planner di Medan yang menyediakan layanan MICE, corporate event, seminar, pelatihan, dan event planning profesional untuk instansi dan perusahaan.

Artikel Terkait

Hubungi Kami