Bisnis

Susunan Panitia Gathering Perusahaan: Pembagian Tugas yang Jelas

RinduTenang

Penulis

75 Tayangan
8 Menit Membaca

Rapat pertama panitia gathering biasanya ramai. Semua orang semangat, grup WhatsApp langsung dibuat, dan ide berdatangan: tema, doorprize, lokasi, kaus seragam. Dua minggu kemudian, pertanyaan sederhana mulai muncul tanpa jawaban. Siapa yang konfirmasi jumlah bus? Siapa yang pegang daftar peserta yang alergi makanan? Siapa yang boleh menyetujui tambahan biaya dari vendor?

Masalahnya jarang karena panitia kurang orang. Lebih sering karena tidak ada yang tahu batas tugasnya. Dua orang mengerjakan hal yang sama, sementara satu urusan penting tidak dipegang siapa pun.

Artikel ini membahas cara menyusun panitia gathering internal perusahaan: peran apa saja yang dibutuhkan, siapa memutuskan apa, dan bagaimana panitia bekerja bersama vendor. Panduan ini cocok untuk HR, tim GA, atau karyawan yang ditunjuk jadi panitia employee gathering, family day, atau outing kantor.

Mulai dari keputusan, bukan dari daftar seksi

Banyak panitia langsung menyalin struktur dari acara sebelumnya: ketua, wakil, sekretaris, bendahara, seksi acara, seksi konsumsi, seksi perlengkapan, seksi dokumentasi. Struktur ini tidak salah. Tapi sebelum mengisi nama, tuliskan dulu keputusan yang akan muncul selama persiapan.

Contohnya:

  • memilih tanggal dan lokasi;
  • menyetujui anggaran dan perubahan biaya;
  • memilih vendor dan menandatangani kontrak;
  • menetapkan siapa saja yang boleh ikut, misalnya keluarga atau karyawan kontrak;
  • membatalkan atau memindahkan kegiatan outdoor saat cuaca buruk;
  • menangani peserta yang sakit atau cedera di lokasi.

Setelah daftar ini ada, tentukan siapa yang memutuskan masing-masing. Sebagian keputusan memang milik manajemen, bukan panitia. Persetujuan anggaran, misalnya, biasanya ada di atasan HR atau direksi. Panitia menyiapkan bahan dan rekomendasi, lalu manajemen yang memutuskan. Kalau batas ini ditulis sejak awal, panitia tidak membuang waktu menunggu jawaban dari orang yang salah.

Peran inti yang hampir selalu dibutuhkan

Jumlah orang menyesuaikan kompleksitas acara. Sebagai ilustrasi, gathering 40 orang dapat dirancang dengan lima panitia yang merangkap, tetapi angka ini bukan standar kebutuhan personel. Acara dengan keluarga, beberapa lokasi, atau aktivitas paralel perlu pembagian petugas yang lebih rinci. Yang penting, setiap fungsi di bawah ini punya satu penanggung jawab dengan nama yang jelas.

Ketua panitia

Ketua bukan orang yang mengerjakan semuanya. Tugasnya menjaga agar setiap fungsi berjalan, memimpin rapat, dan menjadi satu-satunya penghubung resmi ke manajemen. Ketua juga memegang daftar keputusan yang masih terbuka dan menagih tenggatnya.

Pilih orang yang punya waktu. Manajer senior yang kalendernya penuh rapat sering tidak cocok jadi ketua harian, walaupun cocok jadi penasihat atau penyetuju akhir.

Sekretaris

Sekretaris mencatat hasil rapat, menyimpan dokumen dalam satu folder bersama, dan mengirim pengumuman ke karyawan. Catatan rapat cukup berisi tiga hal: keputusan yang diambil, tugas baru beserta penanggung jawab, dan tenggat waktunya. Notulen panjang jarang dibaca ulang.

Keuangan

Petugas keuangan memegang anggaran yang sudah disetujui, mencatat setiap komitmen biaya, dan mengurus pembayaran sesuai prosedur perusahaan. Ia juga yang pertama tahu kalau pos tertentu mulai melebihi rencana. Cara menyusun pos biayanya kami bahas di cara menyusun anggaran gathering perusahaan.

Satu aturan yang membantu: anggota panitia lain tidak boleh menyetujui tambahan biaya langsung ke vendor. Semua permintaan tambahan lewat keuangan dan ketua.

Acara

Seksi acara menyusun rundown, mengatur pembawa acara, sesi sambutan, games, dan hiburan. Mereka juga yang paling sering berkoordinasi dengan fasilitator outbound. Pastikan rundown peserta dan jadwal kerja kru dibedakan. Rundown peserta berisi apa yang dialami karyawan. Jadwal kru berisi jam loading, cek sound, dan siapa berdiri di mana.

Peserta dan registrasi

Fungsi ini sering digabung ke sekretaris, padahal bebannya besar. Tugasnya mengelola daftar peserta, konfirmasi kehadiran, pembagian kelompok, kebutuhan makanan khusus, serta data kontak darurat. Data ini bersifat pribadi, jadi tentukan siapa saja yang boleh mengakses dan hapus salinan yang tidak perlu setelah acara selesai.

Kalau kamu butuh cara membagi tim yang adil lintas divisi, baca pembagian kelompok team building lintas divisi.

Logistik dan transportasi

Logistik mengurus perlengkapan, konsumsi, kaus atau atribut, serta transportasi. Untuk acara di luar kota, transportasi sebaiknya punya penanggung jawab sendiri karena urusannya panjang: manifest per bus, titik kumpul, jam berangkat, dan kontak sopir. Detailnya ada di artikel transportasi gathering perusahaan.

Keselamatan dan kesehatan

Fungsi ini paling sering dilupakan dalam susunan panitia, padahal gathering dengan aktivitas fisik, kolam, atau perjalanan jauh punya risiko nyata. Penanggung jawab keselamatan memeriksa penilaian risiko dari vendor, memastikan ada petugas P3K dan kotak P3K di lokasi, mencatat fasilitas kesehatan terdekat, dan menyiapkan rencana jika cuaca berubah.

Idealnya peran ini dipegang orang yang sudah paham dasar K3, misalnya anggota P2K3 atau petugas P3K perusahaan. Untuk kegiatan outbound, gunakan panduan manajemen risiko K3 kegiatan outbound sebagai bahan diskusi dengan vendor.

Dokumentasi

Dokumentasi tidak hanya soal foto bagus. Tanyakan lebih dulu apakah ada karyawan yang tidak ingin wajahnya dipublikasikan, terutama jika foto akan dipakai di media sosial perusahaan. Fotografer internal juga perlu tahu momen wajib, seperti sambutan direksi atau foto bersama per divisi.

Buat matriks tanggung jawab satu halaman

Setelah peran terisi, susun tabel sederhana. Kolom kiri berisi tugas, kolom berikutnya berisi siapa yang mengerjakan, siapa yang menyetujui, dan siapa yang cukup diberi tahu.

Contoh beberapa baris:

Tugas Mengerjakan Menyetujui Diberi tahu
Memilih venue Logistik Ketua dan manajemen Semua panitia
Tambahan biaya vendor Keuangan Ketua, sesuai batas wewenang Manajemen
Pembatalan aktivitas outdoor Keselamatan Ketua Acara, vendor
Pengumuman ke karyawan Sekretaris Ketua Atasan tiap divisi

Aturannya, setiap baris hanya punya satu nama di kolom menyetujui. Kalau ada dua penyetuju, keputusan cenderung tertunda karena masing-masing menunggu yang lain.

Tabel ini juga menolong saat ada anggota panitia yang cuti atau sakit menjelang acara. Pengganti bisa langsung melihat apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Atur koordinasi dengan vendor lewat satu pintu

Saat perusahaan memakai vendor outbound atau event organizer, panitia internal tidak hilang. Perannya bergeser dari pelaksana menjadi pengendali kualitas dan penghubung dengan karyawan.

Tetapkan satu narahubung utama untuk vendor, biasanya ketua atau seksi acara. Vendor yang menerima instruksi dari lima orang berbeda akan bingung mana yang berlaku. Semua perubahan permintaan dikirim tertulis melalui narahubung tersebut dan dicatat sekretaris.

Kirim juga brief tertulis sebelum vendor menyusun proposal, supaya penawaran yang masuk bisa dibandingkan. Formatnya dibahas di brief vendor gathering perusahaan.

Di hari acara, buat daftar kontak dua arah: siapa dari vendor yang memegang lapangan, sound, konsumsi, dan keselamatan, serta siapa pasangannya di panitia. Dengan begitu, masalah kecil seperti makan siang terlambat bisa diselesaikan oleh dua orang yang tepat tanpa melibatkan semua panitia.

Jadwal rapat yang tidak menghabiskan jam kerja

Panitia gathering bekerja di sela tugas rutin. Rapat yang terlalu sering membuat anggota kehilangan semangat, sementara rapat yang terlalu jarang membuat masalah menumpuk.

Pola yang bisa dicoba:

  1. Rapat pembentukan untuk menyepakati tujuan acara, daftar keputusan, dan matriks tanggung jawab.
  2. Rapat singkat mingguan, cukup membahas tugas yang terlambat dan keputusan yang menunggu jawaban.
  3. Survei lokasi bersama perwakilan logistik, acara, dan keselamatan. Panduan apa saja yang dicek ada di artikel survei lokasi gathering.
  4. Gladi atau briefing kru beberapa hari sebelum acara, termasuk pembagian posisi dan alur komunikasi darurat.
  5. Rapat evaluasi setelah acara, selagi ingatan masih segar.

Grup pesan tetap berguna untuk koordinasi cepat. Tapi keputusan penting sebaiknya dipindahkan ke catatan rapat atau dokumen bersama, karena pesan di grup mudah tenggelam.

Di hari acara, panitia juga butuh posisi

Rundown yang rapi belum menjamin hari acara berjalan tertib. Setiap panitia perlu tahu di mana ia berdiri pada jam tertentu dan apa yang dilakukan jika terjadi masalah.

Hal yang perlu disepakati:

  • titik posko panitia yang mudah ditemukan peserta;
  • siapa yang memegang daftar hadir dan kontak darurat;
  • siapa yang menghitung peserta saat naik dan turun bus;
  • siapa yang memutuskan jika kegiatan perlu dihentikan, misalnya karena hujan lebat atau ada peserta cedera;
  • jam istirahat panitia secara bergantian.

Poin terakhir sering diabaikan. Panitia yang tidak makan sejak pagi akan sulit berpikir jernih saat sore hari ada masalah. Rencana cuaca buruk juga perlu disiapkan sejak awal, lihat rencana hujan gathering outdoor.

Tutup dengan evaluasi dan serah terima dokumen

Setelah acara selesai, kumpulkan masukan peserta dan catatan panitia. Fokus pada hal yang bisa diperbaiki untuk acara berikutnya: tugas yang ternyata tidak punya pemilik, keputusan yang terlambat, atau perkiraan waktu yang meleset.

Simpan dokumen inti di satu folder: matriks tanggung jawab, rundown final, kontrak vendor, laporan biaya, dan catatan evaluasi. Panitia tahun depan bisa berangkat dari bahan ini, bukan dari nol. Jangan lupa hapus atau batasi akses ke data pribadi peserta yang sudah tidak diperlukan.

Kapan panitia internal perlu dibantu pihak luar

Panitia internal cukup untuk banyak acara. Bantuan pihak luar mulai masuk akal ketika jumlah peserta besar, ada aktivitas fisik yang butuh fasilitator terlatih, atau anggota panitia tidak punya cukup waktu di luar pekerjaan utama.

Rindu Tenang Indonesia menangani corporate gathering, outbound, family day, dan team building untuk perusahaan di Medan dan sekitarnya. Kalau timmu ingin berdiskusi soal pembagian peran antara panitia internal dan vendor, informasi layanannya ada di halaman event dan corporate gathering Rindu Tenang Indonesia. Untuk kebutuhan lain, termasuk pelatihan K3 bagi petugas keselamatan acara, kunjungi rindutenangindonesia.id.

Penulis di Rindu Tenang Indonesia

PT Rindu Tenang Indonesia adalah event planner di Medan yang menyediakan layanan MICE, corporate event, seminar, pelatihan, dan event planning profesional untuk instansi dan perusahaan.

Artikel Terkait

Hubungi Kami