Bisnis

THR Keagamaan Karyawan: Cara Hitung dan Bayar Tanpa Salah (Panduan HR Medan)

RinduTenang

Penulis

16 Tayangan
7 Menit Membaca

Setiap menjelang hari raya, ruang HR mendadak ramai. Karyawan bertanya, "THR saya berapa, Bu?" Keuangan bertanya, "Totalnya berapa, kapan harus siap?" Pimpinan bertanya, "Kenapa angkanya segini?" Kalau perhitungannya tidak rapi sejak awal, tiga pertanyaan itu bisa berubah jadi keluhan, bahkan pengaduan ke dinas ketenagakerjaan.

Artikel ini membahas THR keagamaan karyawan dari sisi praktis HR: siapa yang berhak, rumus hitungnya, kapan harus dibayar, dan kesalahan yang paling sering terjadi di perusahaan. Dasar aturan yang dipakai adalah Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Aturan bisa direvisi, jadi selalu cek versi terbaru di situs Kementerian Ketenagakerjaan atau Disnaker setempat sebelum membayar.

Apa Itu THR Keagamaan?

THR keagamaan adalah pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja menjelang hari raya keagamaan. Kata kuncinya wajib. THR bukan bonus yang boleh dikasih atau tidak sesuai kondisi kas. Yang boleh diatur hanyalah hal yang tidak bertentangan dengan aturan, misalnya skema yang lebih menguntungkan karyawan lewat perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Hari raya yang dimaksud mengikuti agama masing-masing karyawan: Idul Fitri untuk karyawan muslim, Natal untuk karyawan Kristen dan Katolik, Nyepi untuk Hindu, Waisak untuk Buddha, dan Imlek untuk Konghucu. Di Medan dan Sumatera Utara yang beragam, HR sering harus mengatur lebih dari satu jadwal pembayaran dalam setahun. Itu normal.

Siapa yang Berhak Menerima THR?

Pekerja yang sudah bekerja minimal satu bulan secara terus-menerus berhak atas THR. Beberapa poin yang sering terlewat:

  • Karyawan tetap (PKWT tanpa batas waktu) dan karyawan kontrak (PKWT) sama-sama berhak. Status kontrak bukan alasan tidak membayar THR.
  • Pekerja harian dan borongan juga berhak, dengan cara hitung yang berbeda.
  • Karyawan yang di-PHK setelah 30 hari sebelum hari raya dan belum menerima THR tetap berhak menerimanya, menurut ketentuan dalam Permenaker tersebut.
  • Karyawan yang resign sendiri umumnya tidak masuk perlindungan ini jika hubungan kerjanya putus sebelum jendela tersebut. Cek perjanjian kerja dan konsultasikan ke Disnaker bila ada kasus abu-abu.

Untuk karyawan outsourcing, pembayaran THR menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa. Perusahaan pemberi kerja sebaiknya memastikan komponen THR sudah masuk dalam harga kontrak, bukan baru dibahas saat hari raya sudah dekat.

Rumus Hitung THR

Ada dua kondisi utama.

Masa kerja Besar THR
12 bulan atau lebih secara terus-menerus 1 (satu) bulan upah
1 bulan sampai kurang dari 12 bulan (masa kerja dalam bulan / 12) x 1 bulan upah

Contoh: Rina bekerja di sebuah perusahaan distribusi di Medan dengan upah Rp5.000.000 per bulan dan masa kerja 8 bulan saat hari raya. Maka THR-nya adalah 8/12 x Rp5.000.000, sekitar Rp3.333.333. Bila masa kerjanya 14 bulan, THR-nya Rp5.000.000 penuh.

Untuk pekerja yang upahnya harian atau borongan, aturan menyebut penggunaan rata-rata upah dalam periode tertentu sebelum hari raya. Untuk masa kerja 12 bulan atau lebih, patokannya rata-rata upah 12 bulan terakhir. Untuk masa kerja kurang dari 12 bulan, patokannya rata-rata upah per bulan selama masa kerja. Siapkan data penggajian yang rapi, karena angka ini harus bisa dijelaskan.

Upah yang Dipakai: Apa Saja Komponennya?

Pertanyaan klasik: yang dihitung gaji pokok saja atau termasuk tunjangan? Aturannya, "upah satu bulan" mencakup upah pokok ditambah tunjangan tetap. Tunjangan tidak tetap, seperti uang makan atau transport yang dibayar per kehadiran, tidak otomatis masuk. Namun perjanjian kerja atau peraturan perusahaan bisa menetapkan cara hitung yang lebih tinggi, dan itu yang berlaku. Karena itu, baca dulu dokumen internal sebelum menghitung.

Kalau struktur pengupahan di perusahaan masih berantakan, rapikan dulu lewat struktur dan skala upah perusahaan supaya komponen upah tetap dan tidak tetap terdefinisi jelas.

Kapan THR Harus Dibayar?

Pengusaha wajib membayar THR paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan. Banyak HR mengira "H-7" hanya anjuran. Padahal ini batas maksimal. Praktik yang aman adalah menjadwalkan transfer sekitar dua minggu sebelumnya, supaya ada ruang jika ada kendala bank atau data rekening.

Keterlambatan membawa konsekuensi. Peraturan pengupahan yang berlaku mengatur denda administratif atas keterlambatan pembayaran THR, dan denda itu tidak menghapus kewajiban membayar THR itu sendiri. Perusahaan juga bisa dikenai sanksi administratif jika tidak membayar. Cek besaran dan ketentuan sanksi pada regulasi terbaru, jangan mengandalkan ingatan.

Kesalahan Umum HR dalam Mengurus THR

  1. Menghitung masa kerja dari tanggal kontrak terakhir. Masa kerja dihitung terus-menerus. Karyawan yang kontraknya diperpanjang tanpa jeda umumnya masa kerjanya digabung, bukan di-reset.
  2. Membulatkan masa kerja seenaknya. Bila sistem Anda memakai pembulatan, pastikan konsisten dan tertulis, serta tidak merugikan karyawan di bawah ketentuan.
  3. Lupa karyawan baru. Karyawan yang baru masuk dua bulan sebelum hari raya tetap berhak atas THR proporsional.
  4. Mencampur THR dengan bonus. THR dan bonus kinerja adalah dua hal berbeda. Bonus tidak bisa dipakai menggantikan THR.
  5. Menyerahkan semuanya di minggu terakhir. Data karyawan keluar-masuk, perubahan status, dan cuti panjang butuh waktu untuk diverifikasi.
  6. Tidak ada slip atau rincian. Karyawan berhak tahu bagaimana angka itu dihitung. Slip sederhana menyelamatkan Anda dari puluhan pertanyaan.

Timeline Kerja HR untuk Menyiapkan THR

Berikut alur yang bisa ditiru, dihitung mundur dari hari raya:

  • H-60 sampai H-45: Tarik data karyawan aktif: tanggal masuk, status, agama, upah, dan komponen tunjangan tetap. Pisahkan kelompok yang libur di hari raya berbeda.
  • H-45 sampai H-30: Hitung THR per orang, tandai kasus khusus (karyawan baru, harian, karyawan yang akan berhenti). Kirim total kebutuhan ke keuangan dan pimpinan.
  • H-30 sampai H-21: Pastikan dana tersedia dan tanggal transfer disepakati.
  • H-14: Transfer THR. Sisakan seminggu sebagai penyangga.
  • H-7: Batas akhir. Jangan sampai Anda baru bergerak di tanggal ini.
  • Setelah hari raya: Arsipkan rincian perhitungan dan bukti transfer untuk audit atau pemeriksaan Disnaker.

Untuk anggaran, masukkan pos THR dalam rencana tahunan sejak awal tahun. Banyak perusahaan menyisihkan sebagian setiap bulan agar kas tidak tersedot sekaligus.

Bagaimana Kalau Perusahaan Sedang Sulit Keuangan?

Kondisi keuangan tidak menghapus kewajiban membayar THR. Yang masih bisa dilakukan secara sah adalah komunikasi dan perundingan yang terbuka. Ajak perwakilan karyawan atau serikat pekerja berbicara lebih awal, dokumentasikan hasil kesepakatan, dan konsultasikan dengan Disnaker Kota Medan atau dinas di kabupaten setempat. Jangan membuat keputusan sepihak seperti menunda tanpa pemberitahuan. Itu pintu masuk menuju perselisihan hubungan industrial, yang prosesnya dibahas di artikel kami tentang perundingan bipartit.

Pajak THR: Jangan Lupa

THR termasuk penghasilan yang dikenai pajak penghasilan Pasal 21. Karena THR menambah penghasilan bruto pada bulan pembayaran, potongan PPh 21 bulan itu bisa lebih besar daripada bulan biasa. Karyawan sering kaget melihat THR "terpotong banyak". Jelaskan ini di muka. Soal tarif dan metode hitung, rujuk ketentuan Direktorat Jenderal Pajak yang berlaku, atau diskusikan dengan konsultan pajak perusahaan.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

  • Daftar penerima THR beserta masa kerja dan dasar upah.
  • Persetujuan pimpinan atas total anggaran.
  • Bukti transfer atau tanda terima.
  • Rincian perhitungan per karyawan.
  • Catatan kasus khusus dan keputusan yang diambil.

Dokumen ini bukan formalitas. Saat ada keluhan atau pemeriksaan, justru arsip inilah pembelamu.

Peran Kompetensi HR

Menghitung THR terlihat mudah, tetapi di perusahaan dengan banyak status kerja, shift, dan komponen upah, kesalahan kecil bisa berlipat. HR yang paham hukum ketenagakerjaan, pengupahan, dan administrasi SDM akan jauh lebih tenang menghadapi musim hari raya. Karena itu banyak perusahaan di Medan mendorong staf HR-nya mengikuti uji kompetensi. Pelajari alurnya lewat halaman sertifikasi human capital, lalu bandingkan dengan kebutuhan jabatan Anda.

Penutup

THR keagamaan adalah kewajiban, bukan kemurahan hati. Kuncinya ada di empat hal: tahu siapa yang berhak, hitung dengan rumus yang benar, bayar paling lambat H-7, dan dokumentasikan semuanya. Mulailah dari sekarang untuk hari raya berikutnya: tarik data karyawan, cek definisi upah di peraturan perusahaan, lalu susun anggaran. Jika tim HR Anda butuh penguatan kompetensi atau pendampingan, tim Rindu Tenang Indonesia siap membantu menjelaskan opsi pelatihan dan sertifikasinya.

Penulis di Rindu Tenang Indonesia

PT Rindu Tenang Indonesia adalah event planner di Medan yang menyediakan layanan MICE, corporate event, seminar, pelatihan, dan event planning profesional untuk instansi dan perusahaan.

Artikel Terkait

Hubungi Kami