Bisnis

K3 Tabung Gas Bertekanan: Panduan Penyimpanan dan Penanganan Silinder

RinduTenang

Penulis

51 Tayangan
7 Menit Membaca

Coba jalan sebentar ke bengkel las atau ruang maintenance di pabrik Anda. Hampir pasti ada tabung oksigen dan asetilen di troli, mungkin juga argon, CO2, atau nitrogen di pojok gudang. Karena terlihat setiap hari, tabung gas sering dianggap barang biasa. Tabung dibiarkan berdiri tanpa rantai, tutup katupnya hilang entah ke mana, atau dipindahkan dengan cara digelindingkan pakai kaki.

Padahal tabung gas terkompresi diisi pada tekanan tinggi. Angka tekanan kerjanya tercetak pada cap di bahu tabung. Lembaga K3 Kanada (CCOHS) mencatat tabung yang rusak bisa melesat atau berputar tak terkendali, dan kejadian ini sering bermula dari tabung tanpa tutup katup atau tanpa pengikat yang roboh hingga katupnya patah. Jadi sebagian besar aturan K3 tabung gas sebenarnya berputar di dua hal sederhana: tabung tidak boleh jatuh, dan katup tidak boleh terbentur.

Gambar: Tabung oksigen dan asetilen untuk pekerjaan las perlu diikat dan dilengkapi regulator yang sesuai.

Panduan ini ditujukan untuk tim K3, supervisor bengkel, petugas gudang, dan teknisi maintenance. Fokusnya praktik harian: penyimpanan, pemindahan, cek kebocoran, dan respons saat ada tabung bocor. Desain instalasi gas sentral dan perhitungan teknis bejana tekan tetap urusan personel yang kompeten di bidangnya.

Dasar Aturan yang Perlu Diketahui

Di Indonesia, dua aturan utama yang relevan:

  1. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang mewajibkan pengurus perusahaan mencegah dan mengendalikan bahaya ledakan, kebakaran, dan gas berbahaya di tempat kerja.
  2. Permenaker No. 37 Tahun 2016 tentang K3 Bejana Tekanan dan Tangki Timbun, yang mencakup bejana penyimpanan gas seperti botol baja atau silinder. Aturan ini membahas pemakaian, pengisian, pengangkutan, penyimpanan, serta pemeriksaan dan pengujian.

Untuk detail teknis seperti jarak pemisahan, banyak perusahaan juga memakai standar luar negeri sebagai praktik baik, misalnya OSHA 29 CFR 1910.253 dari Amerika Serikat. Perlakukan standar seperti ini sebagai acuan teknis, bukan pengganti aturan Indonesia. Bila ada perbedaan, cek ke pengawas ketenagakerjaan atau ahli K3 bidang bejana tekan.

Kenali Tiga Jenis Bahayanya

Setiap tabung membawa bahaya tekanan. Isi gasnya menambah bahaya lain:

  • Tekanan. Katup patah atau regulator rusak bisa melepaskan gas dengan dorongan besar.
  • Sifat kimia gas. Asetilen, hidrogen, dan LPG mudah terbakar. Oksigen tidak terbakar sendiri, tetapi mempercepat pembakaran bahan lain. Ada juga gas beracun atau korosif seperti amonia dan klorin.
  • Kekurangan oksigen. Nitrogen, argon, dan CO2 bisa mendesak udara di ruang tertutup. Nitrogen dan argon tidak berbau, jadi pekerja tidak sadar sedang menghirup udara miskin oksigen. OSHA memakai batas 19,5 persen oksigen sebagai ambang atmosfer kekurangan oksigen.

Langkah pertama yang paling murah: pastikan setiap tabung terbaca isinya. Label nama gas dan piktogram bahaya GHS harus utuh. Jangan menebak isi tabung dari warna cat saja, karena warna bisa berbeda antar pemasok. Kalau label hilang, kembalikan tabung ke pemasok.

Lima Aturan Penyimpanan Tabung Gas

1. Tegak dan Terikat

Simpan tabung dalam posisi tegak, diikat rantai, sabuk pengaman, atau rak yang terpasang kuat ke dinding atau lantai. Ikat di bagian atas badan tabung, bukan di dekat dasar, supaya tabung tidak bisa terjungkal.

Tabung asetilen punya perlakuan khusus. Di dalamnya ada bahan berpori dan aseton yang menjaga asetilen tetap stabil. Kalau tabung dibaringkan lalu langsung dipakai, aseton bisa ikut keluar ke regulator dan selang. Simpan dan gunakan tabung asetilen dalam posisi tegak.

2. Pisahkan Oksigen dari Gas Bahan Bakar

Temuan yang sering muncul saat inspeksi: tabung oksigen cadangan berdiri persis di samping asetilen atau LPG. Kalau ada kebocoran dan sumber api, kombinasi ini memperbesar kebakaran.

OSHA 29 CFR 1910.253 memberi dua pilihan untuk tabung oksigen yang disimpan:

  • dipisahkan dari tabung gas bahan bakar atau bahan mudah terbakar minimal 20 kaki (sekitar 6 meter), atau
  • dibatasi dinding tidak mudah terbakar setinggi minimal 5 kaki (sekitar 1,5 meter) dengan ketahanan api minimal setengah jam.

Tabung yang sedang terpasang di troli las untuk dipakai berbeda statusnya dengan tabung cadangan di gudang. Yang perlu dipisahkan adalah stok simpanan.

3. Ventilasi Baik, Teduh, dan Kering

Area simpan sebaiknya di luar ruangan dengan atap, atau di ruangan dengan ventilasi silang. Hindari ruang bawah tanah, lorong sempit, dan dekat tangga darurat.

Panas menaikkan tekanan di dalam tabung. Lembar fakta CCOHS tentang gas bertekanan memuat pernyataan bahaya "dapat meledak bila dipanaskan" dan meminta tabung dilindungi dari sinar matahari. Batas suhu dan jarak simpan khusus untuk tiap gas biasanya tercantum di SDS. Di iklim Medan, artinya tabung jangan dijemur di halaman terbuka atau ditaruh dekat tungku, boiler, dan knalpot genset. Alas yang kering juga penting supaya dasar tabung tidak berkarat.

4. Tutup Katup Selalu Terpasang

Tutup pelindung katup melindungi katup dari benturan saat tabung roboh. Pasang tutup ini setiap kali tabung disimpan, dipindahkan, atau belum tersambung ke regulator. Tutup yang hilang perlu dilaporkan ke pemasok, bukan diakali dengan kain atau plastik.

5. Pisahkan Tabung Penuh dan Kosong

Beri zona dan papan penanda berbeda untuk tabung penuh dan kosong. Pemisahan ini mencegah pekerja membawa tabung kosong ke lokasi kerja dan memudahkan rotasi stok.

Tabung kosong biasanya masih menyimpan sisa gas. Perlakukan sama seperti tabung penuh: katup ditutup, tutup katup dipasang, dan tabung tetap diikat.

Cara Aman Memindahkan Tabung

Banyak insiden terjadi saat bongkar muat. Berikut perbandingan yang bisa langsung dipakai sebagai bahan toolbox meeting:

Aktivitas Praktik yang salah Praktik yang benar
Pindah jarak dekat Menggelindingkan tabung rebah dengan kaki Pakai troli tabung dengan rantai pengikat
Angkat dengan crane Mengikat sling di leher atau tutup katup Pakai keranjang angkat (cradle) yang dirancang untuk tabung
Angkut dengan pikap Tabung dibiarkan bebas di bak Tabung diikat erat dengan strap, katup tertutup, tutup katup terpasang
Katup macet Dipukul palu atau diperpanjang pipa Hentikan, beri label, kembalikan ke pemasok
Katup oksigen Diberi oli atau gemuk supaya lancar Jaga bebas minyak dan gemuk, termasuk sarung tangan yang berminyak

Catatan soal oli: minyak dan gemuk bisa terbakar hebat saat bersentuhan dengan oksigen bertekanan. Aturan ini sering tidak diketahui teknisi baru yang terbiasa melumasi semua drat.

Cek Kebocoran dan Kondisi Tabung

Cek Bocor Tanpa Api

Jangan pernah mencari kebocoran dengan korek api. Oleskan air sabun atau cairan pendeteksi bocor ke sambungan katup, regulator, dan selang. Gelembung yang membesar menandakan bocor. Tutup katup tabung, lalu perbaiki atau ganti komponennya.

Pemeriksaan Visual Sebelum Dipakai

Sebelum tabung dipasang, cek beberapa hal berikut:

  1. Label isi gas terbaca jelas.
  2. Badan tabung tidak penyok dalam, tidak berkarat berat, dan tidak ada bekas terbakar.
  3. Cap di bahu tabung masih terbaca, termasuk nomor seri dan tanggal uji.
  4. Regulator cocok untuk jenis gas tersebut. Regulator oksigen tidak boleh dipakai untuk gas lain.

Tabung yang gagal pemeriksaan ini sebaiknya dipisahkan, diberi label rusak, lalu dikembalikan ke pemasok.

Pemeriksaan dan Pengujian Berkala

Permenaker No. 37 Tahun 2016 mengatur pemeriksaan dan pengujian berkala bejana tekanan, termasuk botol baja penyimpan gas. Interval dan pihak yang berwenang menguji untuk tiap jenis bejana perlu dicek langsung pada teks peraturan dan dikonfirmasi ke pengawas ketenagakerjaan atau PJK3 bidang pesawat uap dan bejana tekan. Untuk tabung milik pemasok gas, minta bukti uji terakhirnya. Pengujian berkala umumnya mencakup pemeriksaan visual dan uji tekan hidrostatik.

Pelatihan K3 untuk tim lapangan dan pengawas pabrik di Medan
Gambar: Latihan tanggap darurat membantu pekerja tahu kapan boleh menutup katup dan kapan harus mundur.

Jika Tercium Gas atau Terdengar Desisan

Prosedur di bawah ini bersifat umum. Sesuaikan dengan Safety Data Sheet (SDS) gas yang dipakai dan rencana tanggap darurat perusahaan.

  1. Hentikan pekerjaan panas di sekitar lokasi dan minta orang yang tidak bertugas menjauh ke arah datangnya angin.
  2. Jangan menyalakan atau mematikan sakelar listrik di dekat sumber bocor bila gasnya mudah terbakar.
  3. Tutup katup tabung hanya jika aman dan dilakukan oleh petugas terlatih dengan APD yang sesuai.
  4. Jika katup tidak bisa ditutup dan tabung bisa dipindahkan tanpa risiko, bawa ke area terbuka yang jauh dari orang, saluran air, dan sumber api.
  5. Pasang barikade, hubungi tim tanggap darurat internal, lalu laporkan ke pemasok gas.

Untuk gas beracun atau ruang tertutup, jangan masuk tanpa alat ukur gas dan alat pelindung pernapasan yang sesuai. Banyak korban di ruang tertutup justru penolong yang masuk tanpa perlindungan.

Langkah Lanjut untuk Tim K3

Aturan tabung gas mudah ditulis, tetapi sering gagal di lapangan karena pekerja tidak tahu alasannya. Pekerja yang paham kenapa asetilen harus tegak atau kenapa oli dilarang di katup oksigen biasanya lebih konsisten menjalankan prosedur.

Mulailah dengan inspeksi singkat minggu ini: hitung tabung yang tidak diikat, tutup katup yang hilang, dan tabung oksigen yang berdekatan dengan gas bahan bakar. Hasilnya bisa jadi bahan toolbox meeting berikutnya.

Kalau tim Anda butuh penguatan kompetensi, layanan pelatihan K3 Medan dari Rindu Tenang Indonesia dapat menjadi titik awal untuk menyiapkan ahli K3 dan pengawas lapangan. Bacaan terkait: izin kerja panas (hot work permit) dan K3 bejana tekan dan pesawat uap.

Penulis di Rindu Tenang Indonesia

PT Rindu Tenang Indonesia adalah event planner di Medan yang menyediakan layanan MICE, corporate event, seminar, pelatihan, dan event planning profesional untuk instansi dan perusahaan.

Artikel Terkait

Hubungi Kami